Disdikbud Kaltim Bahas Penguatan Pembelajaran Jarak Jauh, Perluas Akses Pendidikan

  • Adityawarman Nugroho
  • 11-08-2026
  • Dibaca: 237 Kali

Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur resmi menguatkan komitmen pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh anak di Benua Etam. Langkah nyata ini ditandai dengan kunjungan kerja Sekretaris Disdikbud Kaltim bersama Kepala UPTD Tekkom & Infodik ke SMAN 11 Samarinda pada Selasa, 8 Agustus 2026 selaku Sekolah Induk penyelenggara Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Program PJJ ini hadir sebagai solusi strategis dan inklusif. Terutama bagi anak usia sekolah yang menghadapi hambatan geografis, ekonomi, maupun keterbatasan waktu untuk mengikuti kelas tatap muka konvensional.

Dalam kunjungan tersebut, Disdikbud Kaltim menekankan pentingnya kolaborasi kuat antara dinas dan satuan pendidikan. Sinergi ini bertujuan untuk memaksimalkan penyerapan peserta didik, sekaligus memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Fokus utama program ini adalah merangkul kembali anak-anak yang telah putus sekolah agar bisa meraih masa depan yang lebih baik melalui skema belajar yang adaptif.

Masyarakat juga tidak perlu khawatir mengenai keabsahan lulusan program ini. Disdikbud Kaltim menegaskan bahwa ijazah yang diperoleh melalui PJJ memiliki kedudukan hukum yang sah dan 100% setara dengan ijazah sekolah reguler sesuai ketentuan yang berlaku.

Adanya tantangan kendala teknis lapangan seperti belum meratanya jaringan internet dan aliran listrik di beberapa wilayah Kalimantan Timur. Untuk menjawab hal tersebut, Disdikbud Kaltim bersama pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan infrastruktur, menyediakan perangkat teknologi, dan menyiapkan fasilitas pendukung yang memadai demi kelancaran proses belajar digital.

Mari Kembali ke Sekolah! Pendaftaran program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) SMAN 11 Samarinda kini terbuka bagi masyarakat, khususnya anak usia 16–18 tahun yang ingin melanjutkan pendidikan menengah. Program ini memberikan kesempatan belajar secara gratis, fleksibel, dan diakui negara.

 

(adit/tekkom) (foto: idang, fauzi/tekkom)