MKKS SMK Kukar dan BPVP Samarinda Teken Kerja Sama, Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi

  • Noviandy
  • 09-09-2026
  • Dibaca: 42 Kali

 

Samarinda – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda menandatangani program kerja sama sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan vokasi di Kalimantan Timur.

Penandatanganan program kerja sama tersebut berlangsung di Kersik Luway, Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda, Selasa (8/9/2026). Kegiatan turut dihadiri Plt. Kepala Disdikbud Kaltim Armin, Kepala Pembinaan SMK Muchamad Awaludin, perwakilan BPVP Samarinda, anggota MKKS SMK Kabupaten Kutai Kartanegara, Kasubbag Umum Disdikbud Kaltim Bambang Hadiyanto, serta Kepala Cabang Dinas Wilayah Kutai Kartanegara.

Plt. Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, memberikan apresiasi kepada MKKS SMK Kabupaten Kutai Kartanegara yang dinilai konsisten menjadi pionir dalam menghadirkan berbagai gebrakan dan perkembangan di bidang pendidikan.

“Saya memberikan apresiasi kepada MKKS Kabupaten Kutai Kartanegara yang selalu menjadi pionir, selalu ada gebrakan dan selalu ada perkembangan. Ketika ada sesuatu yang harus disuarakan, saya senang karena selalu tampil,” ujar Armin.

Menurutnya, keberanian untuk menyampaikan gagasan dan membangun diskusi menjadi hal penting bagi Disdikbud Kaltim. Hal tersebut diperlukan untuk memastikan berbagai program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

“Disdikbud Kaltim perlu banyak diskusi. Kita harus melihat apakah kerja kita ini berdampak atau tidak. Karena itu, saya sangat mengapresiasi adanya inisiatif dan kolaborasi seperti ini,” jelasnya.

Armin menegaskan, pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana dan prasarana (sapras), tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Pendidikan itu bukan hanya persiapan fisik dan sarana prasarana. Fisik dan sarpras itu akan selesai kalau SDM-nya unggul. Saya paham itu. Fisiknya boleh jauh ke depan, tetapi kalau SDM-nya tidak unggul, walaupun sekolahnya seperti hotel, tidak akan memberikan dampak yang maksimal,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar SMK mampu menghadirkan suasana belajar yang mendekati lingkungan kerja. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga terbiasa dengan budaya kerja yang menekankan kedisiplinan, ketepatan waktu, tanggung jawab, dan profesionalisme.

“Suasana di SMK itu harus seperti suasana kerja. Timbulkan dalam diri anak-anak ketika datang ke sekolah seperti datang bekerja. Budaya disiplin dan tepat waktu harus dibangun,” katanya.

Selain itu, Armin menekankan pentingnya penyesuaian peralatan dan fasilitas yang tersedia di sekolah dengan kebutuhan pembelajaran dan dunia kerja. Revitalisasi sarana dan prasarana SMK, menurutnya, harus dilakukan secara berkelanjutan dan mencakup seluruh satuan pendidikan, baik SMK negeri maupun swasta.

“Peralatan yang ada di sekolah harus disesuaikan dan benar-benar dipergunakan untuk mendukung pembelajaran. Revitalisasi sarana prasarana SMK juga bukan hanya untuk SMK negeri, tetapi SMK swasta juga harus menjadi perhatian,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pembinaan SMK Disdikbud Kaltim, Muchamad Awaludin, menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam membangun komunikasi dan kekompakan di lingkungan satuan pendidikan.

Ia berharap kepala sekolah dapat merangkul seluruh guru dan membangun suasana kerja yang harmonis. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan sekolah yang solid.

“Harapan kami, kepala sekolah bisa merangkul guru-guru di sekolah. Kuncinya adalah komunikasi. Jangan sampai komunikasi kurang, karena itu bisa menghambat kekompakan,” ujarnya.

Awaludin juga mengingatkan bahwa guru memiliki peran penting dalam memberikan contoh yang baik kepada peserta didik. Keteladanan tersebut harus dimulai dari lingkungan sekolah, termasuk dalam menjaga kekompakan dan menghindari terbentuknya kelompok-kelompok yang dapat mengganggu soliditas sekolah.

“Dalam mendidik siswa, guru harus memberikan contoh yang baik. Kita sendiri jangan sampai terpecah dalam kelompok-kelompok. Jaga kekompakan dengan seluruh guru,” pesannya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tugas tambahan kepala sekolah tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga bagaimana memberikan pemahaman dan melakukan manajemen SDM di lingkungan sekolah agar seluruh unsur pendidikan dapat bekerja secara optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Awaludin juga mengingatkan kepala sekolah dan guru mengenai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Ia menegaskan bahwa menyukseskan TKA merupakan tugas dan tanggung jawab bersama, sehingga sekolah perlu mempersiapkan peserta didik melalui pembimbingan yang optimal.

“TKA adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk menyukseskannya. Pembimbingan harus dipersiapkan dengan baik. Sekolah harus siap mempersiapkan siswa menghadapi TKA,” pungkasnya.

Melalui penandatanganan program kerja sama antara MKKS SMK Kabupaten Kutai Kartanegara dan BPVP Samarinda, diharapkan sinergi antara satuan pendidikan vokasi dengan lembaga pelatihan dapat terus diperkuat. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta didik serta mempersiapkan lulusan SMK yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja dan industri.