Penguatan Kolaborasi Jadi Kunci Atasi Gizi Buruk dan Stunting Anak Usia Dini

  • Adityawarman Nugroho
  • 11-09-2026
  • Dibaca: 45 Kali

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Pokja Bunda PAUD terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas tumbuh kembang dan pendidikan anak usia dini. Salah satu perhatian utama yang dibahas adalah penanganan persoalan gizi buruk dan stunting yang masih membutuhkan langkah konkret serta kolaborasi berkelanjutan.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan koordinasi yang digelar di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut turut membahas berbagai upaya penguatan peran Bunda PAUD serta dukungan pemerintah daerah terhadap layanan pendidikan anak usia dini.

Dalam pembahasan, disampaikan bahwa persoalan gizi anak tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan dan tumbuh kembang anak. Pemenuhan asupan gizi melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi menjadi salah satu langkah penting yang perlu mendapat perhatian bersama.

Upaya tersebut membutuhkan koordinasi antara perangkat daerah, satuan pendidikan, keluarga, hingga sektor kesehatan. Keterlibatan Puskesmas dinilai penting dalam memastikan kondisi kesehatan anak dapat dipantau secara berkala, sekaligus memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi kepada orang tua dan masyarakat.

“Masalah gizi buruk dan stunting ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Harus ada koordinasi dan aksi bersama, sehingga program yang dilaksanakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucap Plt. Kadisdikbud Prov. Kaltim dalam pembahasan kegiatan.

Selain aspek kesehatan, dukungan anggaran terhadap program Bunda PAUD juga menjadi perhatian. Ketersediaan anggaran yang memadai dinilai diperlukan untuk mendukung berbagai program peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di daerah.

Kolaborasi dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) juga dinilai dapat menjadi salah satu alternatif dukungan. Keterlibatan CSR diharapkan mampu membantu satuan pendidikan dan pemerintah dalam menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik, sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan sejumlah capaian daerah di bidang kesehatan dan lingkungan yang telah memperoleh penghargaan. Namun, berbagai capaian tersebut diharapkan tidak berhenti pada penghargaan, melainkan diterjemahkan menjadi aksi nyata yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk memperkuat komunikasi antardinas agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif. Koordinasi yang baik juga diperlukan untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih program sekaligus memperjelas peran masing-masing perangkat daerah.

Pengawasan terhadap penggunaan anggaran turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Setiap dukungan pembiayaan diharapkan dapat digunakan secara tepat sasaran, transparan, serta disertai evaluasi sehingga mampu memberikan hasil yang optimal.

Sejalan dengan itu, penguatan pendidikan anak usia dini juga menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak awal. Dalam rangkaian kegiatan, turut dibahas kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim dalam mendukung Wajib Belajar satu tahun sebelum sekolah dasar, serta pendampingan apresiasi Bunda PAUD dan pemanfaatan aplikasi PIJAR.

Melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Bunda PAUD, sektor kesehatan, satuan pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat, upaya meningkatkan kualitas kehidupan anak diharapkan dapat dilakukan secara lebih terpadu.

(adit/tekkom) (foto: fauzi, idang/tekkom)