Di Hadapan Komisi E DPRD Jawa Tengah, Armin Tegaskan Pendidikan Mampu Mengubah Masa Depan
- Noviandy
- 12-05-2026
- Dibaca: 8 Kali
Samarinda — Bertempat di Ruang Mahakam Lantai 2 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, rombongan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja dan diskusi terkait pengembangan pendidikan vokasi, Selasa (12/5/2026).Komisi E DPRD Jawa Tengah yang membidangi kesejahteraan rakyat meliputi ketenagakerjaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, penelitian dan pengembangan teknologi, kepemudaan dan olahraga, keagamaan, kebudayaan, sosial, kesehatan, transmigrasi, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pengendalian penduduk tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi E, Messy Widiastuti bersama anggota DPRD Jawa Tengah bersama Kabid SMK Jawa tengah Roberto Agung NugrohoKunjungan diterima oleh Plt .Kadisdibud Kaltim ,Armin, Roberto beserta jajaran.Dalam pertemuan tersebut, rombongan DPRD Jawa Tengah menyampaikan bahwa di Jawa Tengah penguatan pendidikan vokasi terus dilakukan dengan mengembangkan sekolah menengah kejuruan agar lulusan siap memasuki dunia kerja.“Kami ingin belajar bagaimana lulusan SMK di Kalimantan Timur dipersiapkan menghadapi dunia usaha dan dunia industri, bagaimana kerja sama industrinya, tempat pelatihannya, hingga peralatan yang dibutuhkan peserta didik agar siap bekerja,” ungkap rombongan DPRD Jawa Tengah.Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Armin menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya membangun sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan unggulan.“Di Kalimantan Timur ada Program Gratispol di bidang pendidikan, mulai dari pemberian pakaian seragam lengkap bagi siswa baru kelas X seperti tas, baju, sepatu dan perlengkapan lainnya. Selain itu bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) diberikan kepada seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta,” ujarnya.Ia juga menjelaskan bahwa Kalimantan Timur mendapatkan satu Sekolah Garuda Transformasi yaitu SMA Negeri 10 Samarinda. Tahun ini untuk pertama kalinya sebanyak 30 siswa diterima melanjutkan pendidikan ke universitas luar negeri. Selain itu terdapat tiga sekolah unggulan di Kalimantan Timur yang menjadi pilot project menuju pengembangan sekolah unggulan dan bilingual school di setiap kabupaten/kota.“Hanya pendidikanlah yang dapat mengubah hidup menjadi lebih baik,” tegasnya.Terkait kekurangan tenaga pendidik di sejumlah satuan pendidikan, Armin menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memiliki kebijakan Guru Pengganti. Sekolah diberikan kewenangan untuk mengusulkan dan mencari guru pengganti sesuai kebutuhan masing-masing sekolah, dengan pembiayaan yang dianggarkan melalui dana Bosda sekolah.Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Rahmat Ramadhan menambahkan bahwa program gratis seragam sekolah merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung pemerataan akses pendidikan dan meringankan beban orang tua siswa.“Program ini dilaksanakan secara bertahap bagi peserta didik SMA, SMK, MA, dan SLB negeri maupun swasta di seluruh Kalimantan Timur, dengan harapan dapat meningkatkan semangat belajar serta mendukung kualitas pendidikan yang lebih merata,” ujarnya.Kegiatan ini turut dihadiri Kepala SMA Disdikbud Kaltim, Jasniansyah, Kepala SMK Disdikbud Kaltim, Surasa, Subbag Keuangan dan BMD, Herdi, serta Pengawas Sekolah SMK, Rinda.
