Juragan Mabok, Bubur Peca, dan Amparan Tatak Warnai Dialog Budaya Iftar di Samarinda

  • Noviandy
  • 14-03-2026
  • Dibaca: 69 Kali

 

Samarinda — Dalam rangka memperkuat pemajuan kebudayaan di bulan suci Ramadan, Dialog Budaya bertajuk “Iftar dalam Perspektif Budaya Masyarakat Adat Kalimantan Timur” digelar pada Jumat (13/3) di Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV, Samarinda. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk menggali nilai-nilai budaya serta tradisi berbuka puasa yang hidup di tengah masyarakat Kalimantan Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Rahmat Ramadhan, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV, Titik Lestari, bersama para tokoh budaya, akademisi, serta undangan lainnya.

Dialog budaya ini membahas bagaimana tradisi berbuka puasa atau iftar tidak hanya dimaknai sebagai ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya yang mempererat kebersamaan masyarakat. Tradisi berbuka puasa di Kalimantan Timur juga sangat erat dengan sajian kuliner khas daerah yang menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal.

Dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan berbagai menu makanan khas Kalimantan Timur yang kerap hadir saat berbuka puasa, seperti Jurgan Mabok, Bubur Peca, dan Amparan Tatak. Sajian tradisional ini menjadi simbol kekayaan kuliner daerah sekaligus memperkuat suasana kebersamaan dalam tradisi berbuka puasa masyarakat Kalimantan Timur.

Melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai kearifan lokal, tradisi Ramadan, serta kekayaan kuliner khas Kalimantan Timur dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya daerah.