Surasa, Strada PVPV Jadi Arah Pengembangan Vokasi Kaltim yang adaptif dan berdaya saing

  • Noviandy
  • 08-06-2026
  • Dibaca: 103 Kali

SAMARINDA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui penyusunan Dokumen Strategi Daerah Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (Strada PVPV). Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) I Penyusunan Strada PVPV yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, di Hotel Ibis Samarinda, Kamis (4/6/2026).

Mewakili Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Kepala Bidang SMK Surasa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pembentukan Tim Penyusun Strada Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi Provinsi Kalimantan Timur yang telah dilaksanakan pada 5 Mei 2026.

Menurut Surasa, dokumen Strada PVPV akan menjadi arah kebijakan pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi di Kalimantan Timur yang disusun berdasarkan kondisi ketenagakerjaan terkini, kebutuhan pasar kerja, analisis keterampilan, serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Melalui forum ini, kami mengidentifikasi kebutuhan kompetensi tenaga kerja berdasarkan sektor unggulan daerah, memetakan kesenjangan kompetensi yang tersedia dengan kebutuhan pasar kerja, menghimpun masukan dari seluruh pemangku kepentingan, serta merumuskan program prioritas dan rencana aksi yang lebih terarah,” jelas Surasa.

FGD ini melibatkan sekitar 90 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, kementerian, perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), asosiasi profesi, serta mitra pembangunan. Kegiatan ini didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Bappeda Kaltim, TKDV Kaltim, GIZ-GESIT, dan Yayasan Bumi.

Sementara itu, Sekda Kaltim Sri Wahyuni menegaskan bahwa pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi harus ditempatkan sebagai instrumen strategis pembangunan daerah. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan struktur ekonomi, vokasi menjadi motor penggerak dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan sesuai kebutuhan dunia kerja.

“Pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi harus ditempatkan sebagai instrumen strategis pembangunan daerah,” tegas Sri Wahyuni.

Melalui FGD ini, diharapkan lahir dokumen Strada PVPV yang tidak hanya menjadi pedoman perencanaan, tetapi juga mampu diimplementasikan secara nyata untuk mendukung terwujudnya SDM unggul dan daya saing Kalimantan Timur di masa depan.