Plt. Kadisdikbud Kaltim Dorong TeFa SMKN 3 Samarinda Jadi “Kelas Hidup” Bagi Peserta Didik
- Adityawarman Nugroho
- 07-10-2026
- Dibaca: 57 Kali
SAMARINDA – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur, Armin, M.Pd, menghadiri pembukaan Teaching Factory (TeFa) SMK Negeri 3 Samarinda pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kaltim, Muchamad Awaludin, S.E., M.M., pengawas pembina, Ketua MKKS SMK Kota Samarinda, para guru, tenaga kependidikan, mitra industri, dan peserta didik. (7/10)
Dalam sambutannya, Armin menyampaikan TeFa dihadirkan sebagai upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, nyata, dan selaras dengan perkembangan dunia industri. Pendidikan vokasi, lanjutnya, tidak cukup membekali peserta didik dengan pemahaman teori, tetapi juga harus memberi pengalaman di lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Melalui TeFa, peserta didik tidak hanya belajar menghasilkan produk, tetapi juga menjalani proses kerja yang menyerupai industri. Mereka dilatih memahami kualitas, kedisiplinan, kerja sama tim, pelayanan pelanggan, komunikasi, kreativitas, dan kewirausahaan, serta mengubah keterampilan menjadi nilai yang bermanfaat bagi orang lain.
Kedua unit ini diharapkan menjadi living classroom, tempat peserta didik belajar, berkreasi, melayani, dan mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui pengalaman langsung. "Ini lebih dari sekadar bisnis. Ini adalah pembelajaran dalam aksi," tegas Armin.
"Setiap bisnis besar berawal dari ide kecil, dan setiap profesional berawal dari kemauan untuk belajar," ucapnya.
TeFa juga disebut sebagai bagian dari komitmen memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Lulusan SMK Negeri 3 Samarinda diharapkan memiliki hard skills sekaligus soft skills, karakter kerja, kemampuan komunikasi, kreativitas, dan mental pembelajar yang adaptif terhadap perubahan industri. TeFa diharapkan pula menjadi wadah inkubasi bisnis sebelum peserta didik terjun ke dunia kerja maupun dunia usaha.
(adit/tekkom) (foto: idang/tekkom)
